Senin, 14 Mei 2012

Gebetan Baru

Menstalking kegiatan melalui update status d twitternya sudah jadi kegiatan hampir wajibku setiap hari, setiap waktu, setiap kali aku merasa merindukannya.
Padahal aku yang memutuskan, yang menegaskan supaya tidak ada komunikasi lagi. Dia tentu sangat terluka dengan "ketegasanku".
Tapi, diriku malah seenaknya mengintip kegiatan dan statusnya dia.

Aku tidak adil, tapi aku tidak kuat bila tidak mengetahui kabarnya.
Sering aku sangat merindukan dia.
Tadinya kupikir keadaan dia juga sama denganku... Sampai sebelum aku melihat update status twitter terbarunya di tanggal 13 Mei.

Siang itu, seperti biasanya, aku mengecek statusnya, dan... ta- da-!! Ternyata dia sedang flirting dengan orang lain!! Kaget, sungguh!! Impresi pertama, secepat itukah dia sudah melupakan aku??


Kemudian mencoba menenangkan pikiran, siapa perempuan ini, dan ternyata dia sudah punya tunangan!!! Shock berat!!

Dia jadi seperti merendahkan dirinya sendiri, kalau seperti ini, kupikir...
Rasanya aku hampir tidak percaya
Yang membuat aku shock, kata-katanya bukan flirting ringan lagi! tapi bagian yang paling menusuk adalah "kutunggu jandamu"!!
Mirip dengan apa yang pernah dulu dia katakan padaku, dia pernah bilang, tidak akan bisa lupa sebelum saya menikah... ternyata omong kosong....

Teringat semua perkataan dan gombalannya... semuanya apa ternyata memang hanya gombalan belaka? semuanya bohong???? Lagi-lagi aku tertipu oleh 'playboy'??? Sungguh aku sakit hati teramat sangat.. Padahal dulu aku menghargainya, kupikir dia pria baik. Karena kalaupun sebelumnya dia didua, dia mengaku kalau itu karena dia 'tertipu'. Dan aku percaya itu. Setelah ini, aku jadi meragukan, apakah kata-katanya itu benar?? Sampai sejauh mana perkataannya yang benar dan yang menipu???

Lagi-lagi aku menangis karena dia...

Hari ini, 14 Mei siang, aku mulai menata hati dan pikiran lagi... mencoba melihat segalanya dari sudut pandang netral, mencoba dan saaaangggaatttt mencoba untuk menempatkan diri sebagai dia, dalam posisi dia dan alam pikiran dia...

Mencoba meresapi... meresapi... meresapi... sang 'kenapa'. Semua tentu punya alasan.

Saat meresapi itu, mencoba membayangkan posisi dia, dalam pihak yang tidak biasa menahan perasaan dan kangen, tiba-tiba dipaksa untuk itu. Lalu perasaan yang meluap-luap dan meledak-ledak itu sering kutanggapi 'seolah dingin', kecewa, sedih, dan memaki diri sendiri karena tidak kuat, tidak bisa menjadi apa yang dia anggap saya harapkan. Membayangkan berapa malam kelabu yang sudah dia lewati, berapa hari kelam yang dia lewati? dengan perasaan sendu, gundah, rindu yang tidak boleh disampaikan... yang harus dia lewati tanpa boleh menangis (karena itu ketetapan hatinya). Dan semuanya itu tentu terasa jauh lebih berat dibanding aku, yang mungkin sudah mengetahui dari awal kalau ini akan terjadi (=dari awal sudah mempersiapkan diri), walaupun aktual pelaksanaannya tetap berat, namun tentu lebih mengejutkan bagi dia, yang tidak mempersiapkan ke arah ini.

Melihat sudut pandang ini, aku jadi merasa sangat bersalah...membuat dia menderita...
Dari sudut pandang ini, aku belajar untuk mensyukuri keadaannya sekarang, entah.. apa dia sudah benar-benar lepas dari bayangku atau belum, setidaknya dia sudah move on... dia sudah mulai menerima kehadiran orang lain, sudah siap untuk menyambut kebahagiannya sendiri.
Tinggal aku yang masih tertinggal ini, harus bisa maju untuk mengenyahkan bayangmu.

Syukurlah, sekarang aku bisa merasa ikut bahagia atas perjuanganmu.
Syukurlah, yut... Semoga sukses ya, kalau dia memang jodohmu, pasti tidak akan lepas dari genggamanmu, berusahalah sebelum janur itu melengkung! ^____^


Aku memutuskan untuk mempercayaimu. :)
Salam dukungan dan maaf dari orang yang kini masih merindukan bayangmu.

1 komentar:

  1. Dan... terima kasih atas segala usaha dan perjuanganmu... :')

    BalasHapus