Dia menghilang...
Kenapa?? Apa yang terjadi?? Gara-gara aku!!??
Kenapa tiba-tiba??
Aku panik...
Ini terlalu tiba-tiba... Setiap waktu selalu menyempatkan diri mengecek statusnya, dan kini tiba-tiba menghilang... Dengan setengah panik kucari-cari dengan berbagai keyword, tidak membuahkan hasil. Kucari melalui daftar mutual friends, kutelusuri satu-satu fotonya, tidak ada. Aku diblokir???? Mungkin.. Tapi saat coba log in dengan akun seorang teman yang tidak kenal dia sama sekali, namanya memang tidak muncul di search result. Kemungkinan besar, memang dinon-aktifkan???
Kenapa???
Mungkin ini yang terbaik, tapi saat ini pikiranku jadi kalut, tidak bisa konsentrasi bekerja, terpikir kenapa, kenapa, kenapa.... dia bahkan tidak mengatakan ataupun memberikan pesan tersembunyi apapun sebelumnya! Malah jadi sangat ingin menghubungi dia... Kulihat googlechat nya selalu aktif... aaahh!! ingin chat dan menanyakan semuanya padanya, kenapa, kenapa, kenapa, tapi khawatir akan kembali lagi, semuanya akan kembali, dan perjuangan yang sudah dilakukan hingga hari ini akan sia-sia...!!
Bingung...
Jadi terbayang suaranya... tawanya... ARGH!!!!
Senin, 30 April 2012
Jumat, 27 April 2012
Galau
Tidak ingin dibenci...
Tapi...
Jika itu adalah satu-satunya jalan agar kau tidak lagi sakit
tidak lagi menderita
tidak lagi mengingatku...
Tidak ingin dibenci...
Tapi...
Aku lebih sedih melihatmu yang menderita
Mungkin aku akan sakit...
Tapi itu lebih baik daripada melihatmu sakit...
Tidak ingin dibenci
Tapi...
Jika itu satu-satunya jalan
Jalan yang terbaik agar hatimu cepat sembuh
Mungkin aku akan mau dibenci olehmu
Mungkin memang lebih baik jika kau benci saja padaku
Lalu...
Bagaimana? Apa yang harus kulakukan?
Aku bahkan tidak tahu bagaimana membuat orang lain benci padaku
Aku takut....
Tidak ingin dibenci...
Tapi...
Lebih baik kalau dia membenciku....
Tapi...
Jika itu adalah satu-satunya jalan agar kau tidak lagi sakit
tidak lagi menderita
tidak lagi mengingatku...
Tidak ingin dibenci...
Tapi...
Aku lebih sedih melihatmu yang menderita
Mungkin aku akan sakit...
Tapi itu lebih baik daripada melihatmu sakit...
Tidak ingin dibenci
Tapi...
Jika itu satu-satunya jalan
Jalan yang terbaik agar hatimu cepat sembuh
Mungkin aku akan mau dibenci olehmu
Mungkin memang lebih baik jika kau benci saja padaku
Lalu...
Bagaimana? Apa yang harus kulakukan?
Aku bahkan tidak tahu bagaimana membuat orang lain benci padaku
Aku takut....
Tidak ingin dibenci...
Tapi...
Lebih baik kalau dia membenciku....
Senin, 23 April 2012
Dream
I had a dream
A very nice, dear dream
I was happy
But today
I woke up
I cried
For realizing it was just a dream
A sweet dream
Yes, it was just a dream
It was not real
You are not real
The You in my dream is not real
Because you are just a dream
I can't miss you
Good Bye
It was a very nice dream
Glad to had it
Hope you will be okay
And find your real-ones
A very nice, dear dream
I was happy
But today
I woke up
I cried
For realizing it was just a dream
A sweet dream
Yes, it was just a dream
It was not real
You are not real
The You in my dream is not real
Because you are just a dream
I can't miss you
Good Bye
It was a very nice dream
Glad to had it
Hope you will be okay
And find your real-ones
Kamis, 19 April 2012
What Else?
Sometimes I just do not know
Sometimes I just do not understand
What should be said
What should be done
I am now confused
I thought I know the answer
But it was incorrect
Once again I have to rethink
What the answer should be
I am now in chaos
I thought I was wise enough to decide
I thought I knew what's best to decide
I thought I was strong enough to act
But I was wrong
I didn't think far enough
My knowledge was inadequate
I was not strong
I am weak
I am weak
I am not wise
I am shallow
If it's about you
Gotta pull myself together
Can't let myself drowned any deeper than this
Sometimes I just do not understand
What should be said
What should be done
I am now confused
I thought I know the answer
But it was incorrect
Once again I have to rethink
What the answer should be
I am now in chaos
I thought I was wise enough to decide
I thought I knew what's best to decide
I thought I was strong enough to act
But I was wrong
I didn't think far enough
My knowledge was inadequate
I was not strong
I am weak
I am weak
I am not wise
I am shallow
If it's about you
Gotta pull myself together
Can't let myself drowned any deeper than this
Rabu, 18 April 2012
Lost In A Maze
Duh....
Lumpur hisap itu kembali... Kembali pada komidi putar, semua karena hati dan pikiran ini belum kuat... Merasa bersalah...
Hey...
Kamu biasanya kuat...
Kamu biasanya tegar..
Ada apa?
Kenapa?
Jadi merasa seperti selingkuh, semata karena aku tidak bisa sepenuhnya menikmati kondisi ini... Merasa bersalah... Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, tidak tahu lagi apa yang harus dipikirkan, tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan... I've lost my control!
Lumpur hisap itu kembali... Kembali pada komidi putar, semua karena hati dan pikiran ini belum kuat... Merasa bersalah...
Hey...
Kamu biasanya kuat...
Kamu biasanya tegar..
Ada apa?
Kenapa?
Jadi merasa seperti selingkuh, semata karena aku tidak bisa sepenuhnya menikmati kondisi ini... Merasa bersalah... Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, tidak tahu lagi apa yang harus dipikirkan, tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan... I've lost my control!
Selasa, 17 April 2012
Dua hari ini terasa seperti sebulan...
Tapi meski demikian, jika dijalani terus pasti akan bisa ditempuh!
Kalau sudah lewat, pasti bisa...
Ingin membuat kata-kata penguat, untuk menguatkan kamu, supaya kamu tidak lemah dan lelah... Tapi, aku tidak punya kata yang tepat... karena aku bahkan belum mampu untuk menguatkan diriku sendiri...!!
Tapi aku tahu, kalau aku... kalau kita mundur sekarang, kalau kita menyerah sekarang... Akibatnya akan jauh lebih parah dari ini... Akan lebih sulit lagi untuk berpisah... Kuatkan hati, kuatkan pikiran!!
Tapi meski demikian, jika dijalani terus pasti akan bisa ditempuh!
Kalau sudah lewat, pasti bisa...
Ingin membuat kata-kata penguat, untuk menguatkan kamu, supaya kamu tidak lemah dan lelah... Tapi, aku tidak punya kata yang tepat... karena aku bahkan belum mampu untuk menguatkan diriku sendiri...!!
Tapi aku tahu, kalau aku... kalau kita mundur sekarang, kalau kita menyerah sekarang... Akibatnya akan jauh lebih parah dari ini... Akan lebih sulit lagi untuk berpisah... Kuatkan hati, kuatkan pikiran!!
Senin, 16 April 2012
Boneka
Hari ini otakku beku
Pikiranku berkabut
Es itu...
Kabut itu...
Adalah kamu, ya kamu...
Kamu yang biasanya selalu hadir di hari-hariku
Kamu yang biasanya mengisi sepiku
Kamu yang biasanya menghangatkan hatiku
Kini tidak ada lagi...
Mulai menyibukkan diri
Mulai mencoba mengendalikan pikir, hati..
Tapi es itu
kabut itu...
Menguasai otakku
Aku tidak bisa berpikir
Aku tidak bisa merasa
Apa yang aku pikirkan
Apa yang aku rasakan
Aku tidak bisa mendeteksinya
Dalam pikirku terbayang tawamu
Dalam pikirku terbayang canda kita
Aku rindu..
Ah tidak, aku harus menyangkal rasa ini
Kembali menjadi patung
Kembali menjadi boneka
Membekukan pikiran
Membekukan perasaan
Membekukan air mata
Tidak lagi bisa berpikir
Sebab aku...
Hanya boneka yang kebetulan bisa bergerak dan bicara
Hai aku
Baik-baik saja kan, kabarmu?
Pikiranku berkabut
Es itu...
Kabut itu...
Adalah kamu, ya kamu...
Kamu yang biasanya selalu hadir di hari-hariku
Kamu yang biasanya mengisi sepiku
Kamu yang biasanya menghangatkan hatiku
Kini tidak ada lagi...
Mulai menyibukkan diri
Mulai mencoba mengendalikan pikir, hati..
Tapi es itu
kabut itu...
Menguasai otakku
Aku tidak bisa berpikir
Aku tidak bisa merasa
Apa yang aku pikirkan
Apa yang aku rasakan
Aku tidak bisa mendeteksinya
Dalam pikirku terbayang tawamu
Dalam pikirku terbayang canda kita
Aku rindu..
Ah tidak, aku harus menyangkal rasa ini
Kembali menjadi patung
Kembali menjadi boneka
Membekukan pikiran
Membekukan perasaan
Membekukan air mata
Tidak lagi bisa berpikir
Sebab aku...
Hanya boneka yang kebetulan bisa bergerak dan bicara
Hai aku
Baik-baik saja kan, kabarmu?
Farewell
Cinta
Aku ingin kamu tahu
Kalau aku
Sangat menikmati saat bersamamu
Cinta
Maaf aku tidak tahu
Kalau kamu
Tersiksa selama bersamaku
Cinta
Maafkan aku
Kalau aku
Bahagia sementara kamu tersiksa
Cinta
Terima kasih pernah hadir di hidupku
Aku sayang kamu
Cinta...
Jumat, 13 April 2012
Hari Yang Biasa
Lalu lalang kendaraan pagi ini terasa biasa
Sinar mentari pagi ini terasa biasa
Kesibukan orang yang lalu lalang pun terasa biasa
Semuanya seperti biasanya
Tapi
Ada yang hilang...
Kamu akan menghilang
Diri ini mengkerut
Meringkuk sebulat mungkin
Menutup diri dari dunia luar
Diri ini yang sudah lelah
Tidak lagi kuat menegakkan badan
Cinta...
Aku merindukanmu...
Ingin memelukmu sekuatku
Ingin melepas rinduku seinginku
Namun semua sudah berakhir
Berakhir..
Tersisa tetesan air mata untuk menutupi luka hati...
Semoga kau baik-baik saja
Semoga kau dapat menemukan yang lebih
Semoga kau selalu ceria... aku suka senyummu, tawamu
Aku akan merindukanmu
Letting You Go
There, I said it! Finally, I said it in the most uncool situation, by phone!!
Akhirnya, aku mengatakannya... Aku mengatakannya...
Kadang sambil berpikir, kenapa dia harus mendorongku untuk mengatakannya?
Ada sebagian diriku yang berharap, kata-kata ini akan terus tertunda penyampaiannya. Tapi akhirnya tersampaikan juga, dalam kondisi yang tidak pernah kusangka-sangka, dalam kondisi worst case scenario, by phone!! Sejujurnya, aku paling tidak suka mengatakan hal-hal penting melalui telepon. Karena aku akan melewatkan momen-momen berharga... Yaitu ekspresinya saat aku menyampaikan hal itu. Aaaaahhhh!!! Ingin memutar ulang!!
Dan...
Mulai sekarang...
Apakah kita tidak akan berhubungan? Tidak akan berkomunikasi lagi?
Bahkan beberapa rencana yang sebelumnya sudah kita susun bersama pun, dia batalkan... Apa yang aku takutkan terjadi juga...
Selama pembicaraan di telepon, meski mungkin tidak tampak dari nada suara (karena memang kukontrol), aku menangis... Apalagi mendengar penerimaannya terhadap apa yang aku katakan... Berkhayal dia akan membantah... mengundur dan menunda waktu... Tapi tidak, dia cukup dewasa untuk memahami, kalau ini yang terbaik...
Dia berjanji, kalau akan kembali padaku... sebagai sahabat... teman untuk berngaco-ngaco ria lagi...
Berharap... waktu berputar kembali dan kembali... ke saat kita masih belum berpikir apa-apa...
Kamis, 12 April 2012
Doaku
Hari ini tiba-tiba aku merasa lemas...
Mungkin karena pengaruh tamu bulanan juga
Pagi ini tidak biasanya, aku berdoa, berlutut...
Aku menangis...
Aku menangis karena rasanya aku tidak kuat ada di sini
Bertanya, apa aku memang harus ada di sini
Bertanya, apa boleh aku pindah saja
Aku mengerti, ada sesuatu,
Sesuatu yang harus kuraih dari tempat ini
Sesuatu yang harus kupelajari dari tempat ini
Tapi, aku tidak bisa merasa kerasan di tempat
yang aku merasa orang-orang tidak membutuhkanku
yang aku merasa diriku tidak berguna dan malah menghambat
yang aku merasa aku menjadi orang tebal muka karena tetap bertahan
Aku menangis,
Berharap ada jawaban yang sesuai inginku
Namun aku tahu, orang perlu berjuang untuk bisa menjadi lebih baik
Tuhan, sungguh... beri aku kekuatan, kemampuan dan hikmat...
Aku tidak mampu untuk melaluinya sendirian...
Aku lemah
Aku cengeng
Aku tidak punya apa-apa
Tuhan, sungguh... tolong kuatkan aku
Rasanya aku ingin meringkuk dan menangis saja
Namun, bantulah aku berdiri
Bantulah aku berjalan
Aku tidak kuat menegakkan badanku sendiri
Aku tidak kuat untuk melangkah sendiri
Aku tidak kuat....
Aku milik-Mu, Tuhan...
Biarlah segala terjadi sesuai kehendak-Mu,
Bukan lagi kehendakku
Rabu, 11 April 2012
Apa Kamu Tahu Apa Yang Ada Di Pikiranku?
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan..."
Kata-kata ini sering sekali dia katakan padaku. Hmmm... aku tidak tahu, apakah dia benar-benar memahami apa yang kupikirkan, atau dia hanya menempatkan pikirannya sebagai aku atau entah bagaimana.
Aku senang saat dia mengatakan ini, karena ini berarti dia berusaha memahami jalan pikiranku, memahami apa yang kurasakan. Tapi, aku tidak benar-benar yakin dia bisa sepenuhnya mengerti apa yang kupikirkan. Sering aku merasa kalau jalan pikiranku itu rumit, kakakku juga bilang seperti itu.
Kadang, malah aku sendiri tidak mengerti.
Yang jelas, aku selalu merasa, otakku seperti tidak pernah beristirahat dari berpikir, bahkan pada saat orang melihat dan menganggapku melamun. Kadang aku benar-benar melamun, dan saat itu aku memang benar-benar nyaris berhenti berpikir. Tapi ini tidak terlalu sering kulakukan. Yang lebih sering kulakukan adalah berpikir sambil melamun.
Hm...? Kok rasanya bahasannya makin menjauh dari konsep awal, ya?
Lama-lama jadi buntu juga apa lagi yang harus kutulis soal ini. Tapi yah, mungkin dia memang paham soal aku, karena aku juga selalu berusaha untuk menjadi diri sendiri saat berinteraksi dengan dia. Hanya, dia belum kenal aku, sisi lainku saat berbenturan dengan ideologi yang kumiliki. Belum pernah menghadapi aku yang seperti itu.
Ada satu komentar dari satu orang teman baikku, cowok. Saya cukup nyaman berbincang dengan dia, demikian juga dengan dia. Dan satu waktu kami membahas soal perfeksionisme. Saya mengeluarkan semua pikiranku, ideologi yang kupunya. Dan tahukah komentar dia apa? Sejujurnya saya agak terkejut juga saat dia mengatakan ini, namun saya bisa memahaminya. Dia bilang "kalau bahas soal ini ma orang lain, orang lain bisa takut loh".
Hahahaaa... dengan kata lain, pola pikirku sangat tidak biasa bagi orang lain, ya. Kadang berpikir, apa dia juga akan takut dengan aku yang seperti itu? Hmmm.... antara ingin dengan tidak ingin cerita. Ingin, karena aku ingin tau bagaimana reaksinya. Tidak ingin, karena aku tidak ingin dia "takut" padaku..(?) Will he?
Yaaa... tik-tok... waktu terus berlalu... rasanya ingin waktu diam, di saat waktu kami berinteraksi. Tapi tidak, waktu tidak pilih kasih, semakin dekat dan semakin dekat dengan waktu dimana semua yang sudah jelas harus ditegaskan, dan yang terpending untuk diproses.
Secara keinginan dagingku... aku tidak mau...
tidak mau...
biarlah semua seperti ini saja, seperti selama ini
aku takut....
sangat takut
Kemarin, ketika hampir seharian dia tidak menghubungiku, aku mencoba latihan untuk bersabar, dengan mengalihkan pikiranku pada hal lain. Namun, tetap tidak bisa, perangkat genggamku selalu kuperiksa secara berkala, berharap ada ikon hijau whatsapp muncul sebagai notifikasi adanya pesan baru darimu... Berapa kali ingin menghubungi duluan, ingin menelepon duluan... tapi kutahan mati-matian keinginanku...
Tapi jauh di lubuk hati dan pikiranku, aku tahu, kondisi ini seperti lumpur hisap, semakin lama tenggelam, akan semakin sulit untuk keluar. Namun "lumpur hisap" ini begitu hangat, wangi dan menyenangkan..
Aku harus keluar...
Tegas pada diriku sendiri, seperti yang selama ini selalu aku lakukan
Ayolah, hanya sekali ini lagi saja!
Harus KUAT!!!!
Kata-kata ini sering sekali dia katakan padaku. Hmmm... aku tidak tahu, apakah dia benar-benar memahami apa yang kupikirkan, atau dia hanya menempatkan pikirannya sebagai aku atau entah bagaimana.
Aku senang saat dia mengatakan ini, karena ini berarti dia berusaha memahami jalan pikiranku, memahami apa yang kurasakan. Tapi, aku tidak benar-benar yakin dia bisa sepenuhnya mengerti apa yang kupikirkan. Sering aku merasa kalau jalan pikiranku itu rumit, kakakku juga bilang seperti itu.
Kadang, malah aku sendiri tidak mengerti.
Yang jelas, aku selalu merasa, otakku seperti tidak pernah beristirahat dari berpikir, bahkan pada saat orang melihat dan menganggapku melamun. Kadang aku benar-benar melamun, dan saat itu aku memang benar-benar nyaris berhenti berpikir. Tapi ini tidak terlalu sering kulakukan. Yang lebih sering kulakukan adalah berpikir sambil melamun.
Hm...? Kok rasanya bahasannya makin menjauh dari konsep awal, ya?
Lama-lama jadi buntu juga apa lagi yang harus kutulis soal ini. Tapi yah, mungkin dia memang paham soal aku, karena aku juga selalu berusaha untuk menjadi diri sendiri saat berinteraksi dengan dia. Hanya, dia belum kenal aku, sisi lainku saat berbenturan dengan ideologi yang kumiliki. Belum pernah menghadapi aku yang seperti itu.
Ada satu komentar dari satu orang teman baikku, cowok. Saya cukup nyaman berbincang dengan dia, demikian juga dengan dia. Dan satu waktu kami membahas soal perfeksionisme. Saya mengeluarkan semua pikiranku, ideologi yang kupunya. Dan tahukah komentar dia apa? Sejujurnya saya agak terkejut juga saat dia mengatakan ini, namun saya bisa memahaminya. Dia bilang "kalau bahas soal ini ma orang lain, orang lain bisa takut loh".
Hahahaaa... dengan kata lain, pola pikirku sangat tidak biasa bagi orang lain, ya. Kadang berpikir, apa dia juga akan takut dengan aku yang seperti itu? Hmmm.... antara ingin dengan tidak ingin cerita. Ingin, karena aku ingin tau bagaimana reaksinya. Tidak ingin, karena aku tidak ingin dia "takut" padaku..(?) Will he?
Yaaa... tik-tok... waktu terus berlalu... rasanya ingin waktu diam, di saat waktu kami berinteraksi. Tapi tidak, waktu tidak pilih kasih, semakin dekat dan semakin dekat dengan waktu dimana semua yang sudah jelas harus ditegaskan, dan yang terpending untuk diproses.
Secara keinginan dagingku... aku tidak mau...
tidak mau...
biarlah semua seperti ini saja, seperti selama ini
aku takut....
sangat takut
Kemarin, ketika hampir seharian dia tidak menghubungiku, aku mencoba latihan untuk bersabar, dengan mengalihkan pikiranku pada hal lain. Namun, tetap tidak bisa, perangkat genggamku selalu kuperiksa secara berkala, berharap ada ikon hijau whatsapp muncul sebagai notifikasi adanya pesan baru darimu... Berapa kali ingin menghubungi duluan, ingin menelepon duluan... tapi kutahan mati-matian keinginanku...
Tapi jauh di lubuk hati dan pikiranku, aku tahu, kondisi ini seperti lumpur hisap, semakin lama tenggelam, akan semakin sulit untuk keluar. Namun "lumpur hisap" ini begitu hangat, wangi dan menyenangkan..
Aku harus keluar...
Tegas pada diriku sendiri, seperti yang selama ini selalu aku lakukan
Ayolah, hanya sekali ini lagi saja!
Harus KUAT!!!!
Selasa, 10 April 2012
Reschedule
Aku bingung....
Rencana yang sudah kususun selama seminggu ini benar-benar hancur berantakan...
Padahal rencananya kurasa sudah sempurna, tinggal tekad dalam mewujudkannya saja, namun kacau. Semua karena dia membatalkan waktu yang sudah kita janjikan bersama.
Saya sama sekali tidak kesal apalagi marah dengan pembatalannya, sama sekali tidak. Saya hanya jadi bingung bagaimana lagi mensetting waktunya supaya tepat!!
Bagaimanapun ini perlu untuk dilakukan. Lalu bagaimana, apakah sabtu ini aku akan ke tempat dia? Lalu apa itu akan menjamin aku bisa mengatakannya? Aku takut, aku khawatir.... Di depan dia, aku akan bisu...
Rencana yang sudah kususun selama seminggu ini benar-benar hancur berantakan...
Padahal rencananya kurasa sudah sempurna, tinggal tekad dalam mewujudkannya saja, namun kacau. Semua karena dia membatalkan waktu yang sudah kita janjikan bersama.
Saya sama sekali tidak kesal apalagi marah dengan pembatalannya, sama sekali tidak. Saya hanya jadi bingung bagaimana lagi mensetting waktunya supaya tepat!!
Bagaimanapun ini perlu untuk dilakukan. Lalu bagaimana, apakah sabtu ini aku akan ke tempat dia? Lalu apa itu akan menjamin aku bisa mengatakannya? Aku takut, aku khawatir.... Di depan dia, aku akan bisu...
Senin, 09 April 2012
Fun Facts About You
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang terasa begitu dekat denganku
Karena hanya kamu yang mendekatiku sebagai seorang sahabat
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang membuatku selalu tersenyum dan tertawa ketika menyukai seseorang
Karena aku selalu menangis setiap kali menyukai seseorang
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang kusukai, padahal sama sekali bukan tipe *LOL*
Karena aku menyukaimu apa adanya
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang kupikir aku tidak akan merasa keberatan to be kissed *blush*
But, I won't let you, due to our circumstances
Sebelumnya, entah kenapa meski suka, tidak pernah ingin, saat membayangkannya.
Apa kamu tahu?
Aku sungguh menyukaimu, meski seringkali kamu tidak bisa membaca emosiku dari reaksi yang kuberikan.
Karena, kalau terlalu ekspresif, aku sangat khawatir akan semakin dan semakin menyukaimu
Apa kamu tahu?
Ini adalah hal-hal yang mungkin tidak akan pernah aku sampaikan padamu.
This is my deepest feeling about you.
Kamu adalah orang pertama yang terasa begitu dekat denganku
Karena hanya kamu yang mendekatiku sebagai seorang sahabat
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang membuatku selalu tersenyum dan tertawa ketika menyukai seseorang
Karena aku selalu menangis setiap kali menyukai seseorang
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang kusukai, padahal sama sekali bukan tipe *LOL*
Karena aku menyukaimu apa adanya
Apa kamu tahu?
Kamu adalah orang pertama yang kupikir aku tidak akan merasa keberatan to be kissed *blush*
But, I won't let you, due to our circumstances
Sebelumnya, entah kenapa meski suka, tidak pernah ingin, saat membayangkannya.
Apa kamu tahu?
Aku sungguh menyukaimu, meski seringkali kamu tidak bisa membaca emosiku dari reaksi yang kuberikan.
Karena, kalau terlalu ekspresif, aku sangat khawatir akan semakin dan semakin menyukaimu
Apa kamu tahu?
Ini adalah hal-hal yang mungkin tidak akan pernah aku sampaikan padamu.
This is my deepest feeling about you.
Pikiran
Mmm... beberapa hari ini di kepalaku berputar-putar terus pemikiran yang sama, masalah yang sama.
Mulai tanggal 16 April, rencananya saya akan mengikuti kursus pajak di suatu universitas swasta di Jakarta, jadwalnya cukup padat, senin, selasa, kamis dan jumat, dari pukul 18.30 - 21.30.
Dengan jadwal ini, saya jadi berpikir, komunikasi yang selama ini kami lakukan, karena saya masih senggang, entah itu chatting atau telepon, akan menjadi hampir tidak bisa dilakukan lagi.
Dalam benakku berpikir, apakah ini kesempatan?
Kesempatan untuk membuat jarak., membuat hal yang tadinya terasa mustahil jadi mungkin akan bisa dilakukan, yaitu 3 bulan tanpa komunikasi!! Yaa... memang masih ada waktu kosong di hari rabu, sabtu dan minggu. Entah bagaimana, mungkin akan bisa, mungkin...
Pemikiran ini terus berputar-putar di kepala. Dan rencana ini tidak akan bisa berhasil kalau tidak kuutarakan padanya. Karena salah satu pasti akan penasaran, dan berusaha menghubungi. Sebagaimana dulu dia pernah mencoba cuek, namun karena aku tidak tahu, jadi penasaran, dan akhirnya saya lah yang terus menghubunginya duluan....
Sakit, sedih, bimbang, takut... kalau memikirkan akan menjalankan rencana ini. Apakah bisa? Saya karena ada kesibukan mungkin bisa, ada pengalih pikiran dan perhatian, tapi bagaimana dengan dia? Aku cemas...
Dari semenjak aku menyadari perasaan ini ada, aku selalu berdoa, meminta agar perasaan sukanya tidak lebih besar dari perasaanku padanya, lebih baik lagi kalau ternyata cuma aku yang Ge-eR sendiri. Karena aku tahu, aku sangat mengerti rasanya begitu menyukai orang namun tidak bisa menyampaikan, tidak bisa bersatu. Aku sangat mengerti sakitnya.
Jadi teringat, satu waktu dia pernah cerita kalau dia balikan dengan mantannya (yah, walaupun ternyata hubungan mereka yang rujuk itu hanya bertahan 1 minggu, dan putus lagi). Selama komunikasi (saya lupa, chatting atau telepon), saya bisa menstabilkan emosi saya dan menyampaikan pendapat2 objektif, dengan memposisikan diri saya, pikiran saya sebagai seorang teman baik. Tapi saat dia bilang seperti itu, sebenarnya saya sadar ada suatu bunyi 'retak' dalam hati, namun saat itu saya abaikan.
Setelah pembicaraan selesai. Saya pun mencoba untuk berkomunikasi dengan hati saya, pikiran saya, apa yang sebenarnya saya rasakan. Karena di banyak kasus, saya sering tidak terlalu paham apa yang hati dan pikiran saya rasakan, karena pengontrolan diri saya memang cukup kuat.
Tidak berapa lama, saya menangis, walaupun sebenarnya dalam pikiran saya sepertinya sedang tidak memikirkan apa-apa. Semakin lama semakin kencang, namun saya setting tanpa suara (<-- canggih amat,, hahahaaa), dan selama itu saya merasa saya menangis seperti orang gila. Dan ini berlangsung selama 1 jam? Entahlah, saya tidak perhatikan berapa lama, tapi memang cukup lama. Dan akibatnya, ta-da~~ meski sudah kompres pakai air dingin, tetap saja bengkak besok paginya. Hahaha...
Kembali ke pembahasan awal. Rencana ini begitu sering berputar-putar di kepalaku hampir dalam setiap waktu.
Aku pernah membaca artikel, saat ingin mengakhiri hubungan, harus dilakukan bertahap, sulit kalau "tiba-tiba", yaitu dimulai dengan menurunkan frekuensi komunikasi....
Berpikir, jadi mulai dari sekarang, aku harus mulai sedikit "dingin"???
Belakangan jadi sangat menghargai komunikasi dengan dia yang dilakukan. Untuk chatting yang sedang dilakukan pun, bagian2 dialog yang saya sukai sampai saya print screen, karena histroy save mode nya error, jadi tidak bisa menyimpan history percakapannya *sedih*
Hmmm... Sangat, sangat, sangat memikirkan, mempertimbangkan sekaligus meragu kalau aku bisa mengatakan soal ini padanya... Aku takut, takut dia menjauh...
Aku sangat menyukainya... mungkin sebenarnya sudah lebih dari suka, saya tidak tahu istilah apa yang tepat, sayang..? cinta..? Entahlah...
Mungkin sakit, tapi untuk bisa move on, ini mungkin memang diperlukan... *mempersiapkan hati*
Sungguh, aku takut...
Mulai tanggal 16 April, rencananya saya akan mengikuti kursus pajak di suatu universitas swasta di Jakarta, jadwalnya cukup padat, senin, selasa, kamis dan jumat, dari pukul 18.30 - 21.30.
Dengan jadwal ini, saya jadi berpikir, komunikasi yang selama ini kami lakukan, karena saya masih senggang, entah itu chatting atau telepon, akan menjadi hampir tidak bisa dilakukan lagi.
Dalam benakku berpikir, apakah ini kesempatan?
Kesempatan untuk membuat jarak., membuat hal yang tadinya terasa mustahil jadi mungkin akan bisa dilakukan, yaitu 3 bulan tanpa komunikasi!! Yaa... memang masih ada waktu kosong di hari rabu, sabtu dan minggu. Entah bagaimana, mungkin akan bisa, mungkin...
Pemikiran ini terus berputar-putar di kepala. Dan rencana ini tidak akan bisa berhasil kalau tidak kuutarakan padanya. Karena salah satu pasti akan penasaran, dan berusaha menghubungi. Sebagaimana dulu dia pernah mencoba cuek, namun karena aku tidak tahu, jadi penasaran, dan akhirnya saya lah yang terus menghubunginya duluan....
Sakit, sedih, bimbang, takut... kalau memikirkan akan menjalankan rencana ini. Apakah bisa? Saya karena ada kesibukan mungkin bisa, ada pengalih pikiran dan perhatian, tapi bagaimana dengan dia? Aku cemas...
Dari semenjak aku menyadari perasaan ini ada, aku selalu berdoa, meminta agar perasaan sukanya tidak lebih besar dari perasaanku padanya, lebih baik lagi kalau ternyata cuma aku yang Ge-eR sendiri. Karena aku tahu, aku sangat mengerti rasanya begitu menyukai orang namun tidak bisa menyampaikan, tidak bisa bersatu. Aku sangat mengerti sakitnya.
Jadi teringat, satu waktu dia pernah cerita kalau dia balikan dengan mantannya (yah, walaupun ternyata hubungan mereka yang rujuk itu hanya bertahan 1 minggu, dan putus lagi). Selama komunikasi (saya lupa, chatting atau telepon), saya bisa menstabilkan emosi saya dan menyampaikan pendapat2 objektif, dengan memposisikan diri saya, pikiran saya sebagai seorang teman baik. Tapi saat dia bilang seperti itu, sebenarnya saya sadar ada suatu bunyi 'retak' dalam hati, namun saat itu saya abaikan.
Setelah pembicaraan selesai. Saya pun mencoba untuk berkomunikasi dengan hati saya, pikiran saya, apa yang sebenarnya saya rasakan. Karena di banyak kasus, saya sering tidak terlalu paham apa yang hati dan pikiran saya rasakan, karena pengontrolan diri saya memang cukup kuat.
Tidak berapa lama, saya menangis, walaupun sebenarnya dalam pikiran saya sepertinya sedang tidak memikirkan apa-apa. Semakin lama semakin kencang, namun saya setting tanpa suara (<-- canggih amat,, hahahaaa), dan selama itu saya merasa saya menangis seperti orang gila. Dan ini berlangsung selama 1 jam? Entahlah, saya tidak perhatikan berapa lama, tapi memang cukup lama. Dan akibatnya, ta-da~~ meski sudah kompres pakai air dingin, tetap saja bengkak besok paginya. Hahaha...
Kembali ke pembahasan awal. Rencana ini begitu sering berputar-putar di kepalaku hampir dalam setiap waktu.
Aku pernah membaca artikel, saat ingin mengakhiri hubungan, harus dilakukan bertahap, sulit kalau "tiba-tiba", yaitu dimulai dengan menurunkan frekuensi komunikasi....
Berpikir, jadi mulai dari sekarang, aku harus mulai sedikit "dingin"???
Belakangan jadi sangat menghargai komunikasi dengan dia yang dilakukan. Untuk chatting yang sedang dilakukan pun, bagian2 dialog yang saya sukai sampai saya print screen, karena histroy save mode nya error, jadi tidak bisa menyimpan history percakapannya *sedih*
Hmmm... Sangat, sangat, sangat memikirkan, mempertimbangkan sekaligus meragu kalau aku bisa mengatakan soal ini padanya... Aku takut, takut dia menjauh...
Aku sangat menyukainya... mungkin sebenarnya sudah lebih dari suka, saya tidak tahu istilah apa yang tepat, sayang..? cinta..? Entahlah...
Mungkin sakit, tapi untuk bisa move on, ini mungkin memang diperlukan... *mempersiapkan hati*
Sungguh, aku takut...
New Blog
Satu lagi Blog yang saya buat.
Blog yang kali ini pun berisi isi hati dan pikiran saya.
Yaaa... Nama yang kali ini saya gunakan adalah nama latin dari putri malu juga, mimosa pudica. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah mengenal saya dengan cukup baik akan bisa menebak judul ini.
Nama yang sering saya gunakan, putri malu ini punya cerita nya sendiri untuk saya.
Sewaktu saya masih kuliah, seperti biasa kadang saya suka iseng bertanya, "menurut kamu saya seperti apa, sih?". Biasanya orang menjawab "baik" dan semacamnya. Well, sejujurnya saya agak kurang puas dengan jawaban itu, karena terlalu general, terlalu apa ya... diplomatif?
Dan ketika saya bertanya pada teman saya ini, dia bilang, "teman saya ada yang bilang, kalau kamu itu kaya putri malu". "maksudnya? kalau disentuh, bakal nutup, gitu?", tanyaku.
"Bukan, jadi secara filosofinya, Putri malu itu kalau orang lewat di pinggir jalan, ga akan terlalu merhatiin karena sekilas terlihat biasa, tapi kalau dideketin dan diperhatikan, menarik".
Hemmm... sepertinya baru kali itu saya merasa puas dengan komentar seseorang, terasa "dalem". Hahahaaaa...
Sejak itulah, saya suka pakai nama latin dari tumbuhan pemalu ini untuk berbagai hal, mulai dari nama USB drive, kadang akun forum, atau lainnya.
Well, anyway let's start it again from scratch!! :D
Blog yang kali ini pun berisi isi hati dan pikiran saya.
Yaaa... Nama yang kali ini saya gunakan adalah nama latin dari putri malu juga, mimosa pudica. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah mengenal saya dengan cukup baik akan bisa menebak judul ini.
Nama yang sering saya gunakan, putri malu ini punya cerita nya sendiri untuk saya.
Sewaktu saya masih kuliah, seperti biasa kadang saya suka iseng bertanya, "menurut kamu saya seperti apa, sih?". Biasanya orang menjawab "baik" dan semacamnya. Well, sejujurnya saya agak kurang puas dengan jawaban itu, karena terlalu general, terlalu apa ya... diplomatif?
Dan ketika saya bertanya pada teman saya ini, dia bilang, "teman saya ada yang bilang, kalau kamu itu kaya putri malu". "maksudnya? kalau disentuh, bakal nutup, gitu?", tanyaku.
"Bukan, jadi secara filosofinya, Putri malu itu kalau orang lewat di pinggir jalan, ga akan terlalu merhatiin karena sekilas terlihat biasa, tapi kalau dideketin dan diperhatikan, menarik".
Hemmm... sepertinya baru kali itu saya merasa puas dengan komentar seseorang, terasa "dalem". Hahahaaaa...
Sejak itulah, saya suka pakai nama latin dari tumbuhan pemalu ini untuk berbagai hal, mulai dari nama USB drive, kadang akun forum, atau lainnya.
Well, anyway let's start it again from scratch!! :D
Langganan:
Postingan (Atom)






