Sakit..
Galau itu kembali
Galau yang bernamakan dirimu
Ah,,,
Sampai kapan aku harus terjebak dalam lumpur ini?
Kukira dengan tidak berkomunikasi
Semuanya akan berakhir
Akan bisa terbebas dari lumpur ini
Hai kamu,
segeralah enyah dari pikiranku!
Aku jadi menyalahkan dirimu atas segala ketidakmampuanku
Ketidakmampuanku untuk bergerak
Tidak bisa konsen karena engkau
Tidak selera makan karena engkau
Tidak bisa bekerja dengan seharusnya karena engkau
Lihat, aku jadi menyalahkanmu!
Berilah aku sedikit ruang
Berilah aku kesegaran
Untuk menikmati kesendirianku yang kubaca sebagai kebebasan
Walau yang kurasa adalah kesepian
Di dalam ringkukan sepi ini
Sedikit.. hanya sedikit.. kutekan sesedikit mungkin
Kuberharap kau masih mengingatku
Rasamu padaku belum pudar
Inilah keegoisanku
Hai mata
Hai pikiran
Hai hati
Tidak lelahkah kamu?
Mengintai ia dari jauh tanpa ia tahu
Hanya menambah galau dan luka di hati dan pikiran
Aku lelah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar